Home / Berita Umat / Panglima TNI Paparkan Tantangan Dai Masa Depan

Panglima TNI Paparkan Tantangan Dai Masa Depan

BEKASI, SM —  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan wawasan tentang tantangan dakwah kepada 300 dai bertema “Peran Da’i dalam Mengatasi Ancaman dan Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Emas” pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) di Bekasi, Jumat (12/2).

Munas ke-2 Ikadi kali ini mengusung tema besar “Mengokohkan Dakwah Menuju Bangsa Berkarakter Islam Rahmatan Lil’Alamin” diikuti para dai dari perwakilan Ikadi dari 32 Provinsi di Indonesia.

Dalam paparannya, Nurmantyo menyampaikan banyak cara yang dilakukan oleh negara asing untuk menguasai kekayaan alam bangsa Indonesia. Salah satu cara yaitu dengan membuat proxy war.

“Saat ini, ancaman bangsa Indonesia adalah melalui proxy war tersebut yaitu perang melalui berbangsa dan bernegara, khususnya perang melalui berbagai kehidupan berkeluarga,” tegasnya.

Menurut Nurmantyo, proxy war sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Caranya dengan menguasai media di Indonesia dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan.

Nurmantyo juga memaparkan terkait pergeseran peta konflik dunia pada masa depan, menurutnya, diprediksi seiring dengan habisnya sumber energi fosil, konflik yang terjadi berlatar belakang penguasaan energi fosil, maka konflik masa depan akan bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator.

Indonesia dengan kondisi geografisnya memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya maka Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan.

“Agar Indonesia ke depan tidak memburuk karena kehabisan sumber energi hayati, pangan, sumber air, maka harus adanya revolusi mental dengan menjalankan dan mengamalkan Pancasila dari sila pertama sampai kelima dengan benar, berdemokrasi sesuai dengan Pancasila maka kemakmuran dan keadilan akan bisa terwujud di Indonesia,” ujarnya.

Panglima TNI mengingatkan kepada para dai agar juga memahami apa sebenarnya ancaman bangsa Indonesia ke depan. Hal ini penting untuk memberikan warning bagi kita semua, bahwa kedepan bangsa ini seperti apa.

“Yang ditakuti oleh negara-negara lain itu bukan tentaranya tapi rakyatnya, karena apabila rakyatnya bersatu maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi suatu negara,” katanya. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Forjim Belajar Menilisik Berita Sensitif Kasus Reynhard dari Wartawan BBC Indonesia

SM| Jakarta–Senin 6 Januari 2020 lalu, BBC News Indonesia menggemparkan jagat pemberitaan. Hari itu, situs …

Translate »