MUI Pertanyakan Penelitian Masjid Terindikasi Radikal

SUARAMASJID| Jakarta–Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis mempertanyakan hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan terkait 41 masjid terindikasi radikal.

“Saya tanya, definisi radikal di mana? Ada radikal sedang, ada tinggi, ada radikal rendah. Ini orang ayan, apa orang apa,” kata Kyai Cholil dalam video hikmahSenin (17/7/2018).

Kemudian, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini membantah indikator dalam penelitian tersebut jika menolak pemimpin perempuan bagian dari radikalisme.

“Yang menolak pemimpin perempuan, satu koma satu persen. Lah pemimpin perempuan itu bukan radikal, itu khilafiyah. Mau setuju silakan, tidak setuju ya tidak apa-apa. Lah kok ini dibilang radikal,” ujar Kyai Cholil.

Seperti diketahui, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan belum lama ini mengeluarkan rilis bahwa sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan terindikasi sebagai tempat penyebaran paham radikalisme. Puluhan masjid ini berada di kementerian, lembaga negara, dan BUMN.* []

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

hijab day

Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

SM| Binjai–Gerakan Menutup Aurat (Gemar) Tahun 2020 digelar bulan Februari di berbagai kota seluruh Indonesia …

persis

Persis akan Gelar Muktamar XVI di Bandung

SM| Bandung–Organisasi kemasyarakatan Persatuan Islam (Persis) akan menggelar Muktamar XVI di Bandung, Jawa Barat pada …

Translate »