Home / Catatan Jumat / Muhasabah Jumat di Penghujung Tahun 2016

Muhasabah Jumat di Penghujung Tahun 2016

Oleh: Fathurroji NK

SUARAMASJID.com| JUMAT, 30 Desember 2016. Alhamdulillah, Jumat ini kita berada di penghujung tahun 2016. Bersyukur, Allah masih memberikan nafas untuk aktivitas. Kesyukuran ini harus kita wujudkan dalam bentuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Satu hari lagi, usia manusia dan alam seisinya akan bertambah satu tahun. Satu hari lagi, jatah hidup makhluk hidup di alam raya ini berkurang satu tahun. Kita akan menjalani sisanya.  Semuanya tergantung bagaimana kita memandang penggalan waktu ini.

Satu hal yang tidak kalah penting dari pergantian tahun miladiyah ini adalah menjadikan pergantian tahun sebagai penggalan muhasabah. Upaya untuk mengintrospeksi diri atas apa  yang telah kita lakukan dan bagaimana merencanakan waktu yang tersisa  untuk kegiatan yang mengantarkan kita kepada ridho Allah, dan bermanfaat bagi manusia dan mahluk lain.

Muhasabah adalah melakukan evaluasi, bersikap kritis kepada diri sendiri. Bermuhasabah berarti mencoba mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada. Kelebihan yang diberikan Allah akan dimanfaatkan untuk menambah raihan kebaikan. Sementara kekurangan dijadikan sebagai momentum memperbaiki diri agar lebih baik dari waktu ke waktu.

Kepergian tahun 2016 dan kedatangan tahun 2017 sebenarnya tidak perlu ditandai dengan riuh pesta pora tanpa manfaat penuh dengan maksiat. Pergantian tahun adalah fenomena yang biasa dalam kehidupan ini, karenanya tidak perlu luar biasa menyambutnya. Seperti halnya pergantian waktu, detik demi detik, menit ke menit, jam per jam, hari ganti hari, bulan berpindah bulan. Yang luar biasa itu adalah ketika kita bisa melakukan yang lebih baik di banding waktu sebelumnya.

Pergantian tahun ini sebenarnya mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia makin lama makin menjauh, sementara kehidupan akhirat kian lama kian dekat. Itu artinya kiamat pun kian dekat melumat jagad raya ini. Sudah siapkah perbekalan kita menuju akhirat nanti?

Introspeksi dengan melakukan renungan tentang umur, harta, kesempatan, dan waktu yang ada. Untuk apa umur kita selama ini? Dari mana kita memperoleh harta dan ke mana harta tersebut kita keluarkan? Bagaimana kita memanfaatkan kesempatan yang ada? Dan dengan apa kita mengisi waktu hidup ini?

Muhasabah tidak berarti membuat kita pesimis. Muhasabah justru membuat kita optimis karena kita hanya akan melakukan yang terbaik. Yang terbaiklah yang kita persembahkan kepada Allah.  Termasuklah apapun yang kita kerjakan terkait dengan hubungan kita kepada Allah (ibadah), interaksi kita dengan sesama manusia (muamalah).

Tahun 2016 telah memberikan arti penting dalam kehidupan umat Islam. Peristiwa besar terjadi sepanjang sejarah bangsa Indonesia, sebuah gerakan kesadaran umat Islam dalam menuntut tegaknya keadilan atas penistaan agama. Sekitar 7 juta umat Islam bergerak menggelar aksi damai pada Jumat Kubro di kawasan Monas Jakarta pada 2 Desember 2016.

Gerakan yang biasa disebut Aksi 212 ini harus menjadi spirit umat Islam dalam menjaga ukhuwah Islamiyah. Spirit 212 harus terus digelorakan pada diri umat Islam untuk terus memiliki ghirah dalam mensyiarkan agama Islam sehingga menjadi aktivitas keseharian yang didasari karena Allah.

Spirit 212 harus menjadi inspirasi umat Islam dalam meramaikan rumah-rumah Allah. Jangan jadikan masjid-masjid menjadi museum yang didatangi hanya setiap Jumat saja. Panggilan adzan setiap lima waktu harus mampu menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki ke musola dan masjid di negeri ini, terutama pada saat Shubuh.

Semoga tahun 2016 ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk mengatur langkah baru di tahun 2017. Apa yang telah terjadi selama 2016 harus menjadi hikmah dan ibrah untuk kita semua, terutama dalam meningkatkan keimanan kita kepada Allah.

Akhirnya, Jumat di penghujung tahun 2016 ini semoga bisa memotivasi kita untuk terus berbuat yang terbaik, meramaikan masjid dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi umat Islam. Insya Allah jika kita bisa memberdayakan kekuatan umat melalui masjid, maka ke depan akan lahir generasi handal yang mampu membangun bangsa. Maka tak heran jika tagline SuaraMasjid.com adalah Dari Masjid Membangun Bangsa. Semoga segera terwujud, amin ya Rabbal ‘Alamien. []

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Simpel, Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku

 Oleh: Fathurroji NK SUARAMASJID.com| JUMAT, 23 Desember 2016. Tertanggal 14 Desember 2016, Majelis Ulama Indonesia …

Translate »