Home / Catatan Jumat / Mengambil Hikmah dari Setiap Bencana
Foto netralnews

Mengambil Hikmah dari Setiap Bencana

Oleh: Fathurroji NK

SUARAMASJID.com| JUMAT, 9 Desember 2016. Pagi bergetar di bumi rencong Serambi Mekah, tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kira-kira 5 menit jelang adzan Shubuh berkumandang, kesejukan pagi alam Pidie mendadak berubah menjadi kepanikan sebagian penduduk Pidie Jaya.

Waktu itu, Rabu 7 Desember 2016 sebagian umat Islam yang sedang bersiap menuju masjid untuk menunaikan ibadah shalat Shubuh berhamburan keluar rumah atau masjid. Sementara sebagian lain yang masih terlelap dalam tidur masih berada dalam buaian mimpi, tak sempat menyelematkan diri dari keganasan gempa berkekuatan 6.4 skala Richter.

Badan Geologi menerangkan, gempa berkekuatan 6,4 skala Richter di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pukul 5.03 WIB waktu setempat. Pust gempa ada di 5,19 Lintang Utara (LU), 96,36 Barat Timur (BT).

Rilis terakhir dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, berdasarkan laporan dari BPBA Aceh dan BPBD Pidie Jayaata di pencatatan Pusat  hingga Kamis (8/12/2016) pukul 09.00 Wib jumlah korban 102 orang tewas, 700-an luka-luka dan 3.267 masyarakat mengungsi akibat gempa 6.5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireueun.

Kerusakan akibat gempa ini tercatat 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, 5 ruko rusak ringan, 429 rumah rusak (348 rusak berat, 42 rusak sedang, 39 rusak ringan), 14 Masjid rusak berat, 6 unit Musholah/meunasah rusak, 1 unit bangunan  RSUD Pidie rusak berat, 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra Roboh, 3 unit bangunan pesantren rusak.

Gempa Pidie mengingatkan pada gempa super dahsyat berkekuatan 9.3 skala Richter pada Ahad 26 Desember 2004 di Aceh. Sehingga gempa menimbulkan tsunami dahsyat dan menelan korban lebih dari 500.000 jiwa.

Gempa dan gempa, demikian Aceh kerap dilanda. Peristiwa besar yang masih membekas di hati sebagian rakyat Aceh itu kini hadir kembali dalam bentuk gempa lagi. Meski kekuatannya lebih kecil, namun ini bisa membangkitkan kembali memori 12 tahun lalu muncul kembali, trauma.

Gempa Pidie menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam yang terbiasa berjaga di sepertiga malam dan berlanjut untuk menunaikan shalat Shubuh secara berjamaah. Untuk sebagian umat Islam yang sudah terjaga sebelum Subuh, ini menjadi hikmah tersendiri karena bisa mempersiapkan diri untuk menyelematkan diri dari guncangan gempa.

Allah selamatkan sebagian umat Islam yang dalam kondisi terjaga, dalam kondisi suci akan menunaikan ibadah shalat Shubuh. Tapi sebagian yang lain Allah takdirkan menjadi korban dari keganasan gempa saat mereka terlelap dalam tidur.

Jumat yang penuh berkah ini, mari kita renungkan kembali peristiwa demi peristiwa bencana yang terjadi di negeri ini. Mulai dari banjir, longsor, gempa, dan lain sebagainya. Seluruh peristiwa ini pasti ada hikmahnya bagi mereka yang pandai mengambil pelajaran. Sebab Allah jadikan setiap kejadian di muka bumi ini ada maksud dan pelajaran yang bisa dipetik.

Pertanyaannya, apakah bencana yang terjadi di Indonesia ini merupakan Ujian, Peringatan atau Azab? Wallahualam, hanya Allah yang mengetahui semua ini. Setidaknya kita mengetahui ciri dari kejadian itu termasuk ujian, peringatan atau azab. Berikut kupasan dari Ustadz H. Muhammad Subhan saat memberikan ceramah di Masjid An-Nuur beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya, Ustadz Subhan menyitir sebuah ayat alQur’an surat Al Baqarah: 155 yang artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ujian, atau cobaan diberikan kepada Allah untuk hambaNya. Kecenderugan dari sebuah ujian adalah meringankan dan tidak memberatkan karena disesuaikan dengan kemampuan setiap orang. Ujian itu terukur sesuai degan kadar kemampuan seseorang. Solusi dari ujian adalah dengan kesabaran. Sebab jika tak sabar maka akan tambah persoalan lainnya.

Peringatan, berbeda dengan ujian, kecenderugannya memberatkan dan berulang. Dalam surat At-Taubah: 126 Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran.”

Solusi dari peringatan ini tidak cukup dengan sabar saja, melainkan harus ditambah dengan taubat yang sesungguhnya, setelah itu mengambil palajaran dari peringatan itu. Sebab jika tidak mengambil pelajaran, maka akan berulang lagi kemaksiatan itu.

Azab dari Allah. Allah pelit dosa, pelit azab. Maka keterlaluan jika ada manusia diazab oleh Allah, hal ini membuktikan bahwa manusia tersebut benar-benar tidak bisa diperingatkan. Azab ini akan berdampak di sekitarnya, dampaknya lebih luas. Orang yang beriman dan tidak beriman akan terkena imbasnya.

Solusi dari terhindar dari azab adalah selain bersabar, bertaubat, mengambil pelajaran ditambah satu lagi yaitu segera mengambil langkah cepat. Artinya harus cepat bertaubat dan tidak mengulangi lagi.

Semoga peristiwa demi peristiwa bencana di negeri ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk terus memperbaiki kualitas diri, kualitas iman yang kerap turun kualitasnya. Di penghujung tahun 2016 ini, Allah sentil kita dengan peristiwa gempa Pidie. Semoga Allah berikan kesehatan bagi kita sehingga bisa menjalankan ibadah dengan baik, beramal shaleh lebih banyak lagi sehingga tujuan dari kita hidup di dunia ini benar-benar tercapai misinya, yaitu hanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah.

Semoga Allah mudahkan segala urusan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa di Aceh. Semoga Allah mudahkan bagi orang-orang yang ingin membantu menolong saudara kita di Aceh, terutama pemerintah dan tim penanggulangan bencana, sehingga trauma rakyat Aceh atas peristiwa gempa ini lekas pulih kembali dan bisa menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala. Semoga Allah berikan kesabaran bagi saudara kita yang tertimpa musibah ini. Amiin ya Rabbal Alamien. Wallahualam bisshawab. []

 

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Muhasabah Jumat di Penghujung Tahun 2016

Oleh: Fathurroji NK SUARAMASJID.com| JUMAT, 30 Desember 2016. Alhamdulillah, Jumat ini kita berada di penghujung …

Translate »