Home / Catatan Jumat / Media Islam Berbasis Masjid Menggetarkan Dunia

Media Islam Berbasis Masjid Menggetarkan Dunia

Catatan Jum’at, 6 Januari 2017

Oleh: Fathurroji NK || Pimpinan Redaksi Suara Masjid

SUARAMASJID.com| JUMAT, 6 Januari 2017. Kado pait belasan media Islam online di penghujung tahun 2016. Tanpa babibu, 11 situs dakwah dan media Islam diblokir. Pembaca setia pun mengais-ngais link tak menemukan situs yang dicari, pengelola web pun tak bisa berbuat banyak kecuali melapor ke Kominfo. Ada apa gerangan?

Untuk yang kesekian kalinya media Islam menjadi korban dari keruwetan sosial media yang berbau hoax. Namun anehnya, media Islam yang menjadi sasaran pemblokiran. Akhirnya mereka yang peduli pun membuat tagar #StopBlokirMediaIslam yang viral di awal tahun 2017. Bahkan menjadi trending topik.

Terlepas dari blokir memblokir, peran media Islam di tengah masyarakat yang mayoritas Muslim sangat penting keberadannya. Media Islam merupakan benteng terakhir umat Islam mendapatkan informasi dari berbagai berita yang sarat dengan hoax dan kepentingan kapitalis.

Lagi-lagi, media Islam yang keberadaannya sudah susah ditambah lagi dengan perlakuan sepihak dengan kebijakan yang tak memihak, membuat media Islam kian terseok-seok. Kapital kecil, sumber daya manusia yang terbatas karena tak banyak umat Islam yang mau tertatih-tatih berjuang di dunia tulis menulis. Jika dibanding dengan media mainstream yang keberadaannya sudah besar, dengan kapital berlimpah plus SDM dengan fasilitas wah. Lagi-lagi, hanya bisa menarik nafas panjang atas keprihatinan ini.

Ironis, Indonesia dengan penduduk mayoritas Islam bahkan terbesar di dunia ini, namun tak banyak yang memikirkan dan membahu membangun media Islam yang berkualitas, kualitas modal kapital, kualitas SDM, kualitas isi, kualitas tampilan. Media yang bisa menjadi penyeimbang di tengah-tengah media mainstream yang terus menggurita.

Saat ini, umat Islam hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Anehnya, sebagian dari umat Islam tak banyak yang menyadari sedang berada dalam pengaruh informasi yang dibangun mereka. Sementara media Islam hadir di pinggir-pinggir saja. Sementara mereka bermain di dalamnya.

Catatan Jumat ini, saya mencoba mengingatkan pembaca yang membaca tulisan saya ini. Sadarkah kita, saat Jumat kita berkumpul di masjid-masjid di penjuru negeri ini. Setiap Jumat tiba, dengan enteng kita datang ke masjid, duduk bersila, tak lama ada yang mendengarkan isi khutbah, ada yang asyik dengan mimpinya, ada juga yang mahsyuk dengan obrolannya.

Jumat, masjid, umat Islam. Momen, tempat, dan pelaku. Jumat menjadi momen terbaik bagi para pengkhutbah menyampaikan pesan-pesan keumatan kepada umat Islam yang berada di masjid. Karena itulah momen terbaik dan tepat, di banding momen lain yang cukup susah mengumpulkan umat Islam.

Masjid menjadi tempat yang tepat untuk menggerakkan umat Islam untuk kegiatan positif yang bermanfaat. Namun hal itu tidak banyak dilakukan oleh pengurus masjid. Masjid menjadi pusat informasi keumatan yang bisa menjadi rujukan umat Islam di sekitar masjid. Namun lagi-lagi, peran itu terkadang masih jauh dari harapan. Inilah PR bagi pengurus masjid untuk menjadikan masjid sebagai islamic center bagi penduduk yang ada di sekitar masjid.

Terkait dengan media umat Islam, masjid seharusnya tidak melulu mengurusi kegiatan pengajian, kegiatan shalat lima waktu, kegiatan menghimpun dana umat dan menyalurkannya. Pengurus masjid juga harus peduli dan peduli untuk melahirkan generasi yang melek media, generasi yang bisa menulis.

Pengurus masjid ke depan harus benar-benar memperhatikan bagaimana media informasi masjid yang dikemas dengan apik dan berisi. Banyak sekali masjidnya besar, uang kasnya besar tapi tidak memiliki media sendiri untuk menyosialisasikan program, menyosialisasikan hasil pengajian, menginformasikan kegiatan atau keadaan umat di sekitar masjid.

Pentingnya pengurus yang melek media dan bisa menulis menjadi keniscayaan di tengah canggihnya informasi dan teknologi. Bila setiap masjid ada satu orang yang bisa melek media dan bisa menulis serta ada media untuk mengaktualisasikan, niscaya akan lahir ratusan ribu informasi setiap hari dari masjid-masjid yang ada di Indonesia.

Sebagai gambaran saja, data tahun 2015 jumlah masjid ada 771.910 masjid yang terdaftar. Jika setiap masjid ini memiliki media, minimal media online untuk menginformasikan berita di sekitar wilayah masjid, dan menyosialisasikan kegiatan masjid, baik pra kegiatan maupun pasca kegiatan, maka akan menjadi kekuatan umat Islam untuk menciptakan berita-berita up to date dari lingkungan di sekitar masjid di nusantara.

Informasi-informasi yang lahir dari masjid ini, di setiap kabupaten atau provinsi ada satu masjid yang menjadi koordinator informasi, tugasnya mengolah data-data yang berasal dari masjid-masjid di wilayahnya. Data-data itu meliputi kegiatan masjid, informasi yang ada di sekitar masjid dan lain sebagainya.

Terbayang, kejadian yang melibatkan umat Islam yang ada di ujung negeri ini, secara cepat akan tersyiar ke penjuru negeri karena sudah ada sistem informasi yang dibangun dari masjid  ke masjid. Masjid akan menjadi kekuatan media bagi umat Islam, jika benar-benar mau dibangun untuk syiar Islam.

2017 menjadi momen untuk melakukan perubahan ini. Spirit 212 yang ternyata umat Islam bisa untuk bersatu. Maka paradigma syiar masjid harus melompat lebih jauh lagi tidak hanya berkutat di internal masjid saja, tapi lebih dari itu menyentuh masyarkat yang lebih luas lagi di luar masjid.

Bila sistem informasi berbasis masjid ini bisa terrealisasi, umat Islam akan menguasai informasi di negeri ini. Media Islam yang selama ini terpinggirkan akan menjadi media-media berbasis masjid yang tersebar di setiap desa, kecamatan, kabupaten, provinsi. Dan media berbasis masjid inilah yang akan menjadi kekuatan syiar umat Islam di Indonesia. Maka tak heran, jika kelak terbangun sebuah peradaban yang lahir dari masjid-masjid ini. Kapan itu, wallahualam bishawab.

Yah, kembali saya tarik nafas panjang, sebuah harapan penuh optimis semoga ini bisa terrealisasi di negeri mayoritas muslim ini. Setidaknya, Suara Masjid dengan tagline Dari Masjid Membangun Bangsa ini sudah punya niat, punya mimpi, punya aksi hingga lahirnya Suara Masjid. Dari yang kecil ini, semoga bisa menular ke masjid-masjid lain hingga kemudian kelak menyebar ke penjuru masjid di negeri ini.

Mimpi saya, tak hanya di negeri ini, bahkan bisa jadi akan menyebar ke negara lain untuk membangun informasi berbasis masjid. Maka jika sistem ini terwujud, masjid akan menjadi kantor-kantor redaksi umat Islam untuk memberikan informasi yang menginspirasi dan bermanfaat untuk umat Islam. Tak berlebihan jika media Islam nantinya akan mampu menggetarkan dunia melalui masjid-masjid. Allah Akbar, semoga terkabul, Amiin ya Rabbal Alamien. [FR]

 

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Simpel, Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku

 Oleh: Fathurroji NK SUARAMASJID.com| JUMAT, 23 Desember 2016. Tertanggal 14 Desember 2016, Majelis Ulama Indonesia …

Translate »