Home / Berita Umat / Masjid Raya Tebing Tinggi, Peninggalan Kerajaan Negeri Padang

Masjid Raya Tebing Tinggi, Peninggalan Kerajaan Negeri Padang

SM| Tebingg Tinggi–Sumatera Utara memiliki banyak objek wisata religi dengan sejarahnya. Satu di antaranya objek wisata religi yang ada di Kota Tebing Tinggi.

Objek wisata religi tersebut merupakan Masjid Raya Kota Tebing Tinggi yang terletak di Jalan MT Haryono No.126, Badak Bejuang, Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Nah Masjid ini rupanya merupakan peninggalan Kerjaan Negeri Padang di Kota Tebing Tinggi.

Pada masa berdirinya Kerajaan Negeri Padang di daerah Sumatera Utara. Kerajaan tersebut terdiri lima distrik di daerah Sumatera Utara, termasuk Tebing Tinggi Deli.

Kerajaan Negeri Padang di Tebing Tinggi Deli sejak abad XVII yang dipimpin Raja Umar Baginda Saleh. Kemudian di lanjutkan anak dan cucunya untuk meneruskan dan memangku Kerajaan Negeri Padang.

Pada saat era Kerajaan Negeri Padang ini juga, Kolonial Belanda juga ingin menguasai daerah Kerajaan Negeri Padang Tebing Tinggi Deli.

Namun setiap yang memimpin Kerajaan Negeri Padang, melakukan perlawanan terhadap Kolonial Belanda. Mulai dari Raja Pertama sampai Raja ke XI, melakukan perlawanan kepada Belanda.

Memasuki era kepemimpinan Raja Kesembilan di Kerajaan Negeri Padang Tebing Tinggi Deli, Tengku Haji Muhammad Nurdin Maha Raja Muda pada 1870 sampai 1914.

Pada masa itulah Masjid Raya Tebing Tinggi Deli didirikan, oleh Tengku Haji Muhammad Nurdi. Kemudian sekarang Masjid tersebut yang berganti nama Masjid Raya Nur Addin.

Akan tetapi menurut Ikhtisar Sejarah pada tahun 1985 – 1907 Majelis Kerapatan Adat Bermusyawarah besar untuk memindahkan pemerintahannya dari kampung bulian ke kampung Bandar Sakit berikut, semua inventaris pemerintahan dan inventaris wakaf/masjid dan sebagainya;

Pada masa pemerintahan saat itu Tengku Haji Muhammad Nurdin mendirikan dan mewakafkan beberapa buah masjid dan beberapa buah pondok yang termasuk Masjid Raya Kota Tebing Tinggi Deli. Masjid ini dikuasakan kenanzirannya, diberikan kepada Tuan Haji Ibrahim.

Selanjutnya, untuk mengetahui tahun pastinya berdiri Masjid Raya Kota Tebing Tinggi belum diketahui dan masih memperkira-kira tahunnya melalui masa kekuasaan RajaTengku Haji Muhammad Nurdin.

Masjid Raya Kota Tebing Tinggi ini dibangun dengan konsep arsitektur Melayu dan Eropa. Dahulu sebelum di ganti pagarnya konsep Eropa pada Masjid ini terlihat, namun sekarang tinggal terlihat konsep bangunan Melayu saja.

Hal itu terlihat dari pintu dan jendela Masjid Raya Tebing Tinggi yang belum diganti dari berdiri Masjid tersebut. Kemudian terdapat juga sumur yang berusia sama dengan Masjid Raya Tebing Tinggi tersebut.

Di Masjid Raya ini memiliki kegiatan rutin selain ibadah salat lima waktu, setiap hari Senin, ba’da salat Isyah melakukan Taklim.

Kalau kegiatan di bulan Ramdan melakukan tadarus dan membuat acara buka bersama di Masjid Raya, dengan menu Bubur Daging.

Setiap hari puasa Ramadan, Masjid Raya Tebing Tinggi menyediakan 300 porsi bubur daging untuk buka bersama bagi yang berpuasa.

Selanjutnya, di Tebing Tinggi hanya Masjid Raya Nur Addin yang memiliki program menerim sedekah dengan barkode melalui digital dan masuk langsung ke rekening Masjid tersebut. [nk]

Sumber: medan.tribunnews.com

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Usai Dampingi Pengungsi di Wamena, WMI Bertolak ke Ambon

SM| Jayapura–Usai mendampingi kepulangan 1500 Pengungsi Wamena dari Jayapura pada jumat (11/10/2019), Tim Kemanusiaan Wahana …

Translate »