Home / Berita Umat / Masjid An Nabawi Tangerang Gelar Pelatihan Jurnalistik

Masjid An Nabawi Tangerang Gelar Pelatihan Jurnalistik

SUARAMASJID| Tangerang–Di era digital, masyarakat lebih banyak mengkonsumsi berita dan informasi. Hal yang penting dari penyajian berita dan informasi adalah adanya cek dan ricek sehingga informasi itu memiliki kebenaran dan fakta yang dipertanggungjawabkan.

“Cek and ricek itu harus dilihat dulu dan informasi langsung. Penting juga menulis dengan hati di media sosial,” kata Tjahja Gunawan Diredja, yang juga pembina Forum Jurnalis Muslim (Forjim) dalam acara kajian menulis di Masjid An Nabawi, Tangerang, Ahad (8/10). Acara tersebut kerjasama DKM Masjid An Nabawi dan juga komunitas Bengkel Hati Al Hidayah, Tangerang.

Menurut Penulis Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong ini dalam dunia menulis patokannya sangat sederhana yakni harus ada subyek, predikat dan obyek dalam penulisan. Selain itu harus memakai kata-kata yang baku. Karena itulah, menulis adalah penting untuk memberitahukan kepada orang lain tentang informasi terkait banyak hal di media sosial.

“Menulis adalah memberitahu kepada yang lain. Misalnya soal Rohingya, PKI dan sejarah. Sekarang kita perang di media sosial. Sejarah membuktikan bahwasanya PKI adalah komunis yang anti agama. Itu jelas. Jadi kita semua harus mengetahui sejarah dengan benar,” jelas pemimpin redaksi Ahad.Co.Id ini.

Hal menarik lainnya harus diperhatikan adalah aktualitas dalam menulis. Misalnya kisah film kolosal Jenderal Sudirman yang saat ini viral. Film tersebut diperankan cucunya Jenderal Sudirman. Sejarah mencatat saat perang kemerdekaan Jenderal Sudirman telah mengukir teladan kebaikan. Dikisahkan sebelum berperang dan berjuang melawan penjajah Belanja, Jenderal Sudirman ternyata lebih dahulu berdzikir dan sholat tahajud dulu. “Ini yang membuat saya merinding mendengarnya.”

Keterampilan menulis, terang Tjahja, harus dilatih dan juga harus sering-sering berkumpul bersama penulis. Selain itu seorang penulis harus rajin membaca. “Itu penting”.

“Melatih menulis itu dari itu. Dan harus aktual dan dibicarakan orang dan viral. Dalam konteks Islam harus sesuai dengan keIslaman. Ada sebuah ide dan gagasan itu tulis-tulis saja,” jelasnya.

Ketua Bengkel Hati Syariful Alam memberikan apresiasi dengan kajian menulis yang disampaikan Tjahja Gunawan Diredja. Dengan kajian ini memberikan motivasi dan semangat peserta kajian untuk terus membaca dan terus menghasilkan karya dengan menulis.

“Kajian ini memberikan inspirasi dalam menulis bagi peserta kajian. Menulis bisa mengasah otak dan mentransfer ilmu kepada publik. Ini penting untuk umat Islam. Islam mengajarkan kita untuk terus belajar, menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu,” ucapnya.

Alam yang juga Ketua Divisi Keorganisasian dan Keanggotaan Forjim berharap kajian-kajian literasi dan mentransfer keilmuan bagi umat Islam terus digalakkan sehingga umat Islam semakin mencintai ilmu dan terus belajar.

Lembaga Bengkel Hati, ujarnya, adalah suatu organisasi yang fokus dalam pembinaan kemasyarakatan, pelatihan bisnis dan kajian Islam serta menggalakkan olahraga sunnah Rasulullah. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Usai Dampingi Pengungsi di Wamena, WMI Bertolak ke Ambon

SM| Jayapura–Usai mendampingi kepulangan 1500 Pengungsi Wamena dari Jayapura pada jumat (11/10/2019), Tim Kemanusiaan Wahana …

Translate »