Ketua DMI Jusuf Kalla, Radikalisme bukan dari Masjid

SM| Sumut–Wakil Presiden periode 2005-2009 dan 2014-2019, M Jusuf Kalla, memastikan radikalisme tidak berawal dari masjid. Menurutnya, tempat kos justru sering jadi tempat perencanaan teror.

“(Saya) tidak pernah (mengetahui) bahwa teror direncanakan di masjid, nggak ada, hampir semua teror direncanakan di kos-kosan, jadi lebih berbahaya rumah kos daripada masjid apabila berbicara radikalisme,” ujar Jusuf Kalla seusai melantik Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut, Selasa (7/1).

Peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto dijadikan Jusuf Kalla sebagai salah satu contoh. Menurutnya, teror itu dirancang di dalam kos-kosan.

Karena itu, Jusuf Kalla meminta agar masjid terus dijaga. “Maka masjid harus dijaga bagaimana harmonisasinya dengan masyarakat, dan selaras dengan masjid lain lainnya,” ucap Jusuf Kalla.

Sebelumnya, dalam sambutan, Jusuf Kalla juga meminta masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah. Masjid harus menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat, semisal untuk meningkatkan ekonomi lewat kewirausahaan atau koperasi.

“Kita tidak ingin masjid megah tapi masyarakatnya kumuh dan miskin,” pesannya. [fr]

Sumber: Merdeka.com

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Gubernur DKI Tiadakan Shalat Jumat di Masjid Dua Pekan ke Depan

SM| Jakarta–Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan meniadakan kegiatan ibadah secara berjamaah yang dilakukan tempat-tempat ibadah …

surat dmi soal corona

DMI Keluarkan Edaran Terkait Shalat Jumat di Masjid

SM| Jakarta–Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan shalat Jumat terkait …

Translate »