Home / Berita Umat / Kasus Masjid Imam bin Hambal Bogor, Utamakan Persatuan Islam

Kasus Masjid Imam bin Hambal Bogor, Utamakan Persatuan Islam

SUARAMASJID| Bogor–Mantan Ketua Komisi IV MUI Kota Bogor Ustaz Wilyudin Dhani ikut menanggapi rencana sejumlah pihak yang mengajak aksi turun ke jalan menolak kelompok yang disebut wahabi terkait pembangunan Masjid Ahmad bin Hanbal di Bogor Utara.

Ia mengimbau agar umat Islam waspada dari upaya adu domba yang ingin melemahkan persatuan dan kesatuan. “Umat Islam harus bijak, cerdas, dan mudah memaafkan terhadap sesama muslim. Yang lebih penting dan harus disadarkan adalah jangan mau diadu domba dengan sesama muslim,” ujar Ustaz Dhani melalui pernyataannya, Ahad (27/8/2017).

Pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor itu mengatakan, justru yang harus terus diwaspadai adalah bangkitnya komunis, misionaris pemurtadan terselubung dan menyebarnya aliran-aliran menyimpang seperti syiah, boloko suto dan lainnya.

Ia mengingatkan kedua belah pihak untuk introspeksi diri. “Kalau tatacara ibadah kita disalah-salahkan, maklumi saja, biarkan saja, ntar juga berhenti sendiri. Nah jika kita merasa ibadahnya sudah benar, ya gak usah marah-marah, jawab saja walakum a’malukum walana a’maluna,” imbuh Dhani dikutip suara-islam.com.

“Yang suka menyalahkan pihak lain sebaiknya juga introspeksi fiqud dakwahnya, jangan saling menyalahkan, tumbuhkan sikap saling hormat dan menyayangi,” tambahnya.

Ia menegaskan, dalam urusan ibadah sesama muslim, yang rukun imannya sama, rukun Islamnya sama, Tuhannya sama, Nabinya sama, kiblatnya sama, syahadatnya sama, shalatnya sama, jangan jadi masalah walau ada perbedaan fiqih.

“Semoga Allah memberi hidayah kepada kedua belah pihak yang berselisih, untuk bersatu dalam dakwah dalam rangka pembinaan akidah umat sehingga ukhuwah Islam tidak terpecah belah. Aamiin,” harapnya.

Seperti diketahui, kasus di Masjid Ahmad bin Hambal sudah berlangsung lama. Sebagian warga dan tokoh masyarakat di Bogor Utara menolak keberadaan masjid penyebar paham Salafi tersebut. Mereka menolak karena ada sejumlah amalan masyarakat yang dibilang bidah. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 08577-600-5001 atau Telegram @suaramasjid Terima kasih

Check Also

PBB: 313 Ribu Muslim Rohingya Eksodus ke Bangladesh

SUARAMASJID| Bangladesh–Jumlah warga Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar …