Home / NETIZEN KAMPUS / Hidup Sehat dengan Ikhlas

Hidup Sehat dengan Ikhlas

Oleh: Aisyah (Mahasiswi STEI SEBI)

SUARAMASJID| Mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan. Sudah tidak asing lagi bagi para ummat muslim khusunya, mendengar dan melantunkan kata ikhlas. Perlu diketahui, bahwa sesungguhnya Ikhlas merupakan syarat diterimanya amal  ibadah  seseorang. Oleh karena itu, bisa jadi ibadah-ibadah yang kita lakukan selama ini, hanya sebagian kecil yang diterima Allah SWT. Jangan sampai kita beribadah, tetapi karena paksaan dari orang tua ataupun dari teman kita yang ibadahnya lebih rajin. Beribadahlah dengan ikhlas karena Allah SWT.

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 125 (yang artinya), “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah SWT, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kesayanganNya.”

Ketika orang  lain  merasakan  manfaat  dari amal yang  kita perbuat, maka yakinilah bahwa kita tidak perlu membanggakan diri hanya karena  merasa berjasa. Itu semua hanya akan  menghapus nilai pahala dari amal yang kita perbuat. Sekiranya Allah menakdirkan kita mampu memerdekakan fakir miskin, itu berarti kita harus bersyukur telah menjadi  jalan sampainya hak fakir miskin. Tidak perlu merasa berjasa karena hakekat harta dan kekuatan, hanyalah titipan Allah SWT.

Lalu bagaimana jika kita tidak dapat merasa Ikhlas terhadap kondisi kita saat ini, bukannya kebahagiaan yang akan kita dapat, tetapi mungkin saja justru akan menimbulkan penyakit hati dan penyakit fisik dalam diri kita. Karena pada dasarnya semua jenis penyakit fisik umumnya bermula dari hati yang ‘sakit’.

Fenomena manusia zaman sekarang adalah sulit menemukan ketenangan batinnya dalam menjalani hidup di dunia ini. Hal tersebut di sebabkan manusia zaman sekarang sulit menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidupnya. Baik keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam semesta, atau dengan manusia lain, dan yang paling utama hubungannya dengan Sang Khaliq.

Hal di atas membuktikan bahwa manusia zaman sekarang harus memikirkan kembali bahwa Tuhan itu ada dan Dialah Yang Maha memberi ketenangan hidup. Manusia zaman sekarang butuh yang namanya perbaikan dalam Hablumminallah, yakni hubungan manusia dengan Allah SWT. Karena tidak dipungkiri lagi, krisis hidup datang banyak disebabkan karena rusaknya hubungan dengan Sang Pencipta.

Belajar Ikhlas merupakan satu langkah baik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. Selain ikhlas kita juga harus bersyukur atas semua yang telah Allah beri kepada kita sampai saat ini. Sehingga ketenangan dan kebahagiaan akan terlimpah pada kita dan menjauhkan kita dari berbagai penyakit hati bahkan penyakit fisik.

Dikisahkan dalam sebuah artikel bahwa ada seorang  ibu yang memiliki penyakit pengapuran dan asam urat  pada kakinya. Aneka pengobatan dan terapi alternatif sudah dilakukan, namun belum mendapat kesehatan. Singkat cerita ibu itu mengumpulkan anak-anaknya dan mengutarakan keinginanya untuk berhaji ke Baitullah. Beliau ingin minum dan mengusapkan kakinya dengan air zam-zam yang ada di depan ka’bah. Agar penyakit-penyakitnya dapat segera diangkat, sehingga beribadah pada Allah pun bisa lebih khusyuk.

Anak mana yang tega memberangkatkan haji ibunya dalam kondisi kesehatannya melemah. Untuk berjalan saja beliau tertatih dan terseok. Namun semangat ibadahnya sangat kuat. Akhirnya ditahun yang sama, atas izin Allah Ibu itu berangkat ke Baitullah. Ia sudah ridho dan ikhlas atas kondisi yang tengah ditimpanya. Dan ia serahkan semuanya kepada Allah SWT.

AllahuAkbar setelah rutin meminum dan mengusapkan kakinya dengan air zam-zam serta berdoa agar disehatkan dan disembuhkan dari berbagai penyakitnya saat ini, rasa sakit dan nyeri di kakinya perlahan mulai hilang dan hilang sama sekali saat tiba ditanah air.

Dari kisah ibu itu, dapat kita simpulkan bahwa saat kita ditimpa musibah, solusi tepat untuk menghadapinya adalah dengan ikhlas dan jadikan sakit itu sebagai penggugur dosa kita selama di dunia. Dan untuk yang sudah sehat, peliharalah sehat itu sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena tidak ada jaminan penyakit itu akan kembali lagi atau tidak. Wallahua’lam bishowab.[]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Cinta Itu Ikhlas, Bukan Enggan Melepas

Oleh: Nurul Ulfi (Mahasiswi STEI SEBI) Pada Dasarnya kita sebagai manusia pasti memiliki Cinta. Sejatinya …

Translate »