Fatwa MUI Soal Hukum Memakai Atribut Keagamaan Non Muslim

SUARAMASJID.com| Jakarta—Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal  14 Desember 2016 mengeluarkan fatwa tentang HUKUM MENGGUNAKAN ATRIBUT KEAGAMAAN NON-MUSLIM.

Menurut Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pertimbangan mengeluarkan fatwa ini adalah sebagai berikut :

a. Bahwa di masyarakat terjadi fenomena di mana saat peringatan hari besar agama non-Islam, sebagian umat Islam atas nama toleransi dan persahabatan, menggunakan atribut dan/atau simbol keagamaan nonmuslim yang berdampak pada siar keagamaan mereka.

b. Bahwa untuk memeriahkan kegiatan keagamaan non-Islam, ada sebagian pemilik usaha seperti hotel, super market, departemen store, restoran dan lain sebagainya, bahkan kantor pemerintahan  mengharuskan karyawannya, termasuk yang muslim untuk menggunakan atribut keagamaan dari non-muslim.

c. Bahwa terhadap masalah tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim.

d. Bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim guna dijadikan pedoman.

Berdasarkan pertimbangan ini  maka MUI menetapkan bahwa menggunakan Atribut keagamaan non muslim adalah Haram.

Untuk Fatwa MUI dalam edisi full silahkan simak pada Dokumen resmi di bawah ini :

FATWA MUI TENTANG HUKUM MENGGUNAKAN ATRIBUT KEAGAMAAN NON-MUSLIM

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

hijab day

Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

SM| Binjai–Gerakan Menutup Aurat (Gemar) Tahun 2020 digelar bulan Februari di berbagai kota seluruh Indonesia …

persis

Persis akan Gelar Muktamar XVI di Bandung

SM| Bandung–Organisasi kemasyarakatan Persatuan Islam (Persis) akan menggelar Muktamar XVI di Bandung, Jawa Barat pada …

Translate »