Home / Manajemen / Etika Saat Berada dalam Masjid

Etika Saat Berada dalam Masjid

masjid bersihBeberapa etika masjid yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Menjaga kebersihan masjid.

Masjid tidak boleh kotor. Oleh karena itu ada petugas kebersihan baik kebersihan maupun dalam masjid atau luar masjid. Dikatakan hadis Rasulullah saw: Annadhofatul minal iman, “kebersihan adalah bahagian dari iman”.

Menjaga kebersihan dan memberi wewangian masjid sesuai sabda Rasulullah saw: “Dari Aisyah ra, Rasulullah memerintahkan kami untuk membangun masjid di rumah-rumah dan supaya membersihkan dan memberinya wangi-wangian”.

Dari kata “Membersihkan dan memberi wangi-wangian” dalam hadis mengandung tiga pengertian: Pertama, Rasullullah memerintahkan agar masjid dijaga kebersihanya dari kotoran jiwa dan jamaah yang sering datang ke masjid, sebab masjid tempat sujud karena itu jiwa harus bersih. Kedua, diberi wewangian, artinya agar fungsinya masjid diharumkan. Jadikan masjid sebagai sarana untuk kebaikan dan jangan dijadikan untuk keburukan dan jangan dijadikan untuk sesuatu yang tercela. Ketiga, makna langsung bahwa masjid harus dijaga kebersihanya dari najis dan kotoran, kemudian mengusahakan untuk bisa menciptakan suasana aman bagi jamaah.

 

  1. Melepas sepatu atau sandal

Di setiap masjid selalu ada peraturan untuk melepas sandal atau sepatu demi kebersihan masjid. Sebaiknya sepatu dan sandal disimpan pada tempat penitipan yang tersedia.

  1. Berpakaian yang rapi dan sopan.

Pada saat berada di masjid dianjurkan berakaian rapi dan sopan. Untuk laki-laki alangkah baiknya mengikuti sunnah rasul dengan selalu memakai pakaian polos, diutamakan putih-putih tanpa gambar. Bagi wanita diwajibkan untuk mengenakan kerudung atau jilbab.

  1. Tidak berjualan di dalam masjid (tempat shalat).

Aktivitas niaga (jual beli) tidak seharusnya dilakukan di dalam masjid, seperti jual buku, pakaian, tasbih, sajadah, dan lain-lain. Masjid berfungsi sebagai tempat khusus beribadah, bukan tempat untuk transaksi bisnis. Kita wajib mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak mengotori masjid dengan kegiatan ataupun juga hadis Rasulullah: Dari Abu Hurairah ra juga, (ia berkata): “Bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda : “jika kamu melihat yang berdagang atau menerima jual beli di masjid, maka katakanlah: “Semoga Allah tidak akan memberikan keutungan kepada mu”. (HR. Imam Nasa’i dan Imam Turmudzi)

  1. Menjaga ketenangan di dalam masjid

Masjid sebagai tempat ibadah harus diusahakan susananya senantisa tenang, sehingga setiap orang yang sedang menghadap Allah dapat melakukanya secara khusyu’. Tidak mengganggu suara-suara keras yang mengganggu, apa lagi ada suara gurauan, ketawa yang terbahak-bahak. Membaca al-Qur’an saja hendaknya dilirihkan, bila sedang ada orang yang shalat.

  1. Jangan meludah atau berdahak di masjid

Masjid harus senantiasa dijaga kesucianya. Jika ingin meludah atau berdahak, maka secepatnya keluar masjid atau ke tempat-tempat tertentu yang disediakan. Hadis Rasulullah: Dari Anas bin Malik ra, ai berkata:”Bersabda Rasulullah saw: “ Meludah di masjid adalah suatu kesalahan, maka menebus kesalahan itu ialah menguburkan (menutupinya) dengan tanah” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Dari hadis tersebut disimpulkan, meludak atau berdahak dalam masjid dan tidak membersihkanya (disucikan) adalah telah melakukan kesalahan.

 

 TERTIB MASJID

Masjid sebagai tempat suci bagi orang Islam dan tempat untuk melakukan ibadah kepada Allah swt sudah seharusnya mempunyai tata tertib yaitu meliputi: Tertib masuk masjid, tertib di dalam masjid, tertib keluar masjid, dan tertib i’tikaf.

Tertib masuk masjid

Apabila seseorang yang masuk ke masjid di anjurkan untuk mengunakan pakaian yang baik, bersih dan suci dari hadast. Tidak menggunakan pakaian yang bergambar, apalagi gambar manusia dan binatang.

Menjaga kebersihan mulut dari bau-bau yang tidak sedap dan dianjurkan menggunakan wewangian. Sabda Rasulullah saw: Artinya: Barang siapa yang memakan barang putih, bawang merah dan kucai, maka jangan sekali-kali mendekati masjid, sebab malaikat itu merasa terganggangu oleh apa-apa mengganggu manusia. (HR Ahmad dan Bukhari)

Hendaknya ketika akan berangkat ke masjid berdoa dulu. Berjalan dengan langkah yang tenang ke masjid. Apabila kita bergi ke masjid untuk shalat berjamaah, maka di harapkan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, jangan berlari-lari. Jika kita menjumpai orang berjamaah sudah shalat, maka shalatlah bersama mereka walaupun hanya satu rakaat. Rakaat yang kurang hendaklah disempurnakan sendirian sehingga cukup bilangan rakaatnya. Dan ketika sampai masjid hendaknya berdoa sebelum memasuki masjid.

Tertib di dalam masjid

Melaksanakan shalat tahiyatul masjid sebelum duduk, sabda Rasulullah saw: Tatkala di antara kamu ke masjid maka bersalatlah dua rakaat sebelum duduk. Tidak boleh mengeraskan suara yang dapat mengganggu orang yang sedang melakukan shalat, meskipun dalam bentuk membaca al-Qur’an. Tidak boleh berjalan di depanya orang yang sedang melaksanakan shalat.

Tertib keluar masjid

Pada saat keluar dari masjid disunnahkan untuk membaca doa yang artinya :Ya Allah bukakanlah pintu keutamaanMu, ya Allah aku berlindung kepadamu dari godaan iblis beserta golonganya. .

 Tertib i’tikaf

I’tikaf adalah diam di dalam masjid dalam waktu tertentu dengan niat sebagai berikut:

Saya niat i’tikaf, sunnah karena Allah Ta’ala. Di dalam i’tikaf, seseorang akan melaksanakan ibadah sunnah seperti membaca ayat al-Qur’an, membaca kalimah-kalimah tayyibah (dzikir, tahmid dan tasbih) serta shalat sunnah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt.

(Disari dari buku Pedoman Manajemen Masjid -FOKKUS BABINROHIS Pusat)

 

Komentar

About fathur roji

Penulis dan Pengelola Media Cetak & Online, Penulis Buku Biografi. Tim Suara Masjid siap menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Masjid untuk membangun website masjid menjadi lebih update, InsyaAllah. Hubungi saya di suaramasjidkita@gmail.com, terima kasih.

Check Also

Pengurus Masjid Harus Proaktif

Oleh; Ustadz H. Ahmad Yani Posisi atau kedudukan pengurus dalam masjid sebenarnya sangat penting. Pengurus …