Home / Inspirasi Muslim / Edoy, Chef yang Santri Garap Kuliner Sekar Seafood

Edoy, Chef yang Santri Garap Kuliner Sekar Seafood

SUARAMASJID.com| Bandung– Tampilan restoran seafood ini memang beda, deretan foto pengunjung terpampang rapi sepanjang lima meter. Tak hanya itu, foto suasana laut mengesankan pengunjung menikmati hidangan di pinggiran pantai. Itulah sekilas Sekar Seafood, kuliner laut yang ada di Bandung.
Sang pemilik restoran, Eddy Arya Adhi Lodra atau yang akrab dipanggil Edoy adalah perancang Sekar Seafood yang ada di jalan Suniaraja No. 41 dan Jalan Soekarno Hatta Bandung. Edoy juga seorang penggemar kuliner. Ia sering keluar masuk restoran untuk mencicipi menu masakan, dan berguru lewat obrolan dengan juru masaknya.
“Saya suka mengobrol dengan chef hotel, merasakan bumbu seafood di tempat lain, gonta-ganti bumbu sampai dapat komposisi yang pas,” ceritanya kepada delapan jurnalis muslim saat bersilaturahim di Sekar Seafood Bandung belum lama ini.
Bagi Edoy tak gampang bisnis di dunia masak, sebab ini menyangkut rasa di lidah setiap orang. Di mana kesukaan orang sangat berragam seleranya. Karena itu, Edoy selalu berusaha menyajikan menunya dengan sentuhan lembut dan harus dengan cinta dan kasih, sehingga pesannya sampai ke pelanggan.
Sebelum menjalani bisnis seafood ini, bapak tiga putri ini pernah menjajal bisnis kuliner masakan ayam dengan brand terkenalnya adalah Sambal Gelo. Setelah lima tahun menjalani bisnis masakan Sambal Gelo, ia berhasil mendirikan 14 cabang.
Edoy merasa bisnis Sambal Gelo sudah mulai menunjukkan masa surut, sebelum benar-benar berhenti Edoy pun memasang jurus ke masakan seafood. “Terus saya beralih ke seafood . Karena di ayam itu anda puas kami lemas,” kelakar suami Anita Pujiastuti sambil tertawa.

Berdayakan Nelayan untuk Ikan Segar
Masakan seafood harus disajikan dari ikan segar, untuk memberikan kualitas ikan yang terbaik, Edoy pun melakukan kerjasama dengan para nelayan untuk bisa mendapatkan pasokan ikan yang fresh. Ia menjalin hubungan baik dengan memberdayakan 25 nelayan di Indramayu sebagai pemasok ikan, cumi, kerang, dan kepiting. Nelayan merasa beruntung karena Edoy membeli dengan harga tinggi sebagai end user. Sedikit lebih murah daripada tengkulak.
“Sejak awal kita harus mengondisikan asal barang, tak asal mengambil barang dari pemasok karena tak jaminan barangnya bagus,” kata lelaki kelahiran Indramayu 19 Juni 1981 ini.

Semua nelayan yang diberdayakan adalah mitra penting. Berapa pun hasil tangkapan mereka akan dibeli untuk kebutuhan Sekar Seafood.
Menurutnya, hampir setiap hari pasokan ikan, kepiting, udang, cumi, dan kerang selalu datang untuk kebutuhan Sekar Seafood. Sehingga ia berani menawarkan bahan bakunya segar. Ia lebih memilih hasil tangkapan ikan dari nelayan perahu kecil ketimbang perahu besar karena ketika naik ke darat masih segar.
“Nelayan kecil sore berangkat ke laut pagi mereka menjual ke kita. Dari segi kualitas ikan dan lainnya insya Allah kita sajikan yang lebih fresh,” beber dia.
Meski Sekar Seafood terbilang baru di Kota Bandung, namun rasa dan kualitasnya tak kalah dengan restoran-restoran seafood lama yang ada di Bandung. Sekar Seafood memberikan suguhan pemandangan beragam jenis seafood, mulai yang hidup atau yang sudah dibekukan.
Pelanggan yang datang tinggal memilih jenis seafood dan bumbunya. Di antaranya ada bumbu saos padang, saos lada hitam, saos asam manis/pedas, saos tiram, saos Singapore, saus telur asin dan saos garlic butter lemon.
Untuk menu seafood andalan Sekar Seafood adalah kepiting lada hitam, udang telur asin dan cumi telur asin. Seafood yang diambil dari Kabupaten Indramayu ini memiliki kualitas ekspor dengan ukuran yang besar-besar sehingga cocok untuk dimakan bersama kerabat maupun keluarga.

Master Chef yang Santri
Edoy, sang juru masak sekaligus owner Sekar Seafood adalah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Ia masuk Gontor pada tahun 1996. Bagi Edoy, Pondok Gontor adalah guru terbaik setelah kedua orangtuanya. “Gontor itu guru terbaik setelah ibu dan bapak kita,” tuturnya.
Edoy memang tidak sampai tamat Gontor, namun ia merasa sudah menjadi bagian dari keluarga besar alumni Gontor. Ia keluar Gontor ketika dirinya duduk di kelas lima. “Saya sempat merasa tidak kerasan dan ingin balik ke rumah,” katanya.
Sebagai seorang santri, Edoy juga memberikan fasilitas mushola untuk para pengunjung yang akan menunaikan ibadah shalat lima waktu. Ia juga mewajibkan ke karyawannya yang beragama Islam untuk menunaikan ibadah sholat lima waktu. “Kalau karyawan enggak solat, kemudian restoran enggak laku, saya ruginya double,” candanya.
Sejak perubahan tersebut dilakukan, omzet Sekar Seafood pun meningkat, pembeli pun semakin ramai berdatangan. Jadi, rahasia suksesnya Sekar Seafood ini tak hanya soal rasa dan kualitas yang harus dijaga, tapi hubungan kita dengan Allah pun harus selalu dijaga. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Sempat jadi Marbot Masjid Mujahidin Pamulang, kini Udin Mengejar Profesor

SUARAMASJID| Pamulang – “Mimpi, seperti mimpi. Benar-benar tidak menyangka,” ucap Udin Ahidin (42) setengah menangis. …

Translate »