Home / Manajemen / Dibutuhkan, Masjid Ramah Anak

Dibutuhkan, Masjid Ramah Anak

anak masjid1Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid. Anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yang secara terang-teranganan menulis larangan anak masuk masjid. Bahkan ada orang dewasa yang tidak segan-segan menghardik dan mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan.

Imbasnya, anak-anak pun akan mencari tempat alternatif hiburan. Pilihannya adalah playstation dan game online. Permainannya menyenangkan dan penjaganya pun menyambut ramah.

Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yang menolak, sebab waktu kecil selalu dimusuhi saat di berada masjid.

Sifat Allah yang Maha Rahman tak muncul dalam perilaku sebagian pengurus masjid yang galak dan suka bentak anak saat di masjid. Akibatnya anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras Siksa-Nya dibandingkan Maha RahimNya. Sebab mereka banyak dihukum dan dimarahi jika bermain-main di masjid.

Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh beribadah. Ternyata banyak dari mereka yang dianggap tak layak berada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal. Padahal hak ada di shaf depan adalah yang datang duluan, bukan berdasarkan usia.

Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak-anak dianggap warga kelas dua.

Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tempat untuk mengajarkan hakikat Islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan.

Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan Islam khususnya di masjid. Masjid kalah bersaing dengan mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum.

Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Tapi lupa akan sunah yang lain, yang juga diajarkan rasul : memuliakan (meyayangi) anak-anak.

Sungguh indah saat Rasul membawa cucunya, Umamah dan Husain ke masjid. Digembirakan mereka dengan digendong seraya bermain di masjid. Demi memuaskan Husain bermain di masjid, Rasul memanjangkan (melamakan) sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya. Saat itu para sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid.

Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mungkin jarang terdengar/sengaja dilupakan sebagian orang. Padahal mereka mengaku pencinta rasul.

Alhamdulillah setelah banyak berdialog dengan pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah. Bahkan ada yg berinisiatif membuat ruang bermain bagi anak-anak serta menyediakan pampers bagi anak-anak yang masih balita.

Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dr agama. Jika sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima.

Indahnya jika anak-anak saat waktu luang, izin ke orang tuanya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama disana. Masjid pun menjadi ramai. Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yang ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan masjid.

Jika masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dengan konser Lady Gaga. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mereka semua hatinya terpaut ke masjid.

Jadi dari sekarang, mari buat masjid sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid.

Jika sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet-warnet dan gameonline, bahwa masjid sekarang punya tempat bermain. Niscaya warnet dan tempat game online sepi. Insya Allah.

#oleh Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

Komentar

About fathur roji

Penulis dan Pengelola Media Cetak & Online, Penulis Buku Biografi. Tim Suara Masjid siap menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Masjid untuk membangun website masjid menjadi lebih update, InsyaAllah. Hubungi saya di suaramasjidkita@gmail.com, terima kasih.

Check Also

Pengurus Masjid Harus Proaktif

Oleh; Ustadz H. Ahmad Yani Posisi atau kedudukan pengurus dalam masjid sebenarnya sangat penting. Pengurus …