Home / NETIZEN KAMPUS / Cinta Itu Ikhlas, Bukan Enggan Melepas

Cinta Itu Ikhlas, Bukan Enggan Melepas

Oleh: Nurul Ulfi (Mahasiswi STEI SEBI)

Pada Dasarnya kita sebagai manusia pasti memiliki Cinta. Sejatinya kita dilahirkan karena cinta. Jika tanpa cinta mungkin saja kita tidak pernah ada di dunia. Dan disini kita perlu mengetahui apa itu cinta, dan apa itu keikhlasan.

Dimanapun kita berada pasti kita memiliki persepsi yang sama tentang cinta. Tapi seringkali kita salah dalam mengartikan arti dari cinta yang sebenarnya. Pada hakikatnya Cinta itu menerima, mengerti, menyanyangi, menjaga dan sebagainya. Tetapi, jika cinta kita hanya untuk pelampiaskan semata kepada manusia yang belum tentu menjadi jodoh kita karena berbagai alasan, lebih baik tinggalkan cinta itu. Bukannya sok menggurui, tetapi alangkah baiknya jika kita lebih mentahui makna dari cinta tersebut, dan kita tidak akan terjerumus pada cinta yang salah.

Siapapun yang mempunyai hati penuh cinta selalu memiliki sesuatu untuk diberikan. Cinta sejati dimulai ketika kita tidak sesuatupun mengharapkan balasan. Karena cinta dalam hati tidak diletakkan untuk tinggal disana selamanya. Oleh karena itu, jika kita dasarkan Cinta karena Allah, kita tidak akan pernah mengalami apa rasanya kekecewaan karena hanya terlalu berharap kepada apa yang seharusnya kita tidak miliki.

Siapa yang tidak mengenal cinta? Cinta telah hadir sejak zaman nabi Adam diciptkan, dan kemudian diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya. Tetapi banyak sekali orang mengatakan cinta dengan mudahnya, sedangkan mereka Adam dan Hawa diciptakan nya saja berproses, masa kita sebagai seorang manusia biasa mudah mengucap kata Cinta.. Apalagi pada orang yang belum menjadi Mahrom kita.

Cinta merupakan Fitrah alami manusian dan tanpa keberadaan cinta, biasanya orang menyebutnya dengan perasaan yang hampa. Namun, itu bukan berarti kita harus mengumbar-ngumbar Cinta pada orang lain agar hati tidak kesepian. Nah, disamping cinta itu fitrah, cinta juga banyak memeberikan inspirasi dan pengorbanan akan tetapi cinta juga yang terkadang membawa kesengsaraan bagi pelaku nya.

Ada beberapa pengertian tentang cinta yang disebutkan dalam berbagai sumber. Salah satunya dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akta CINTA dapat dimaknai sebagai suatu perasaan yang dialami manusia dan perasaan tersebut menimbulkan kasih sayang bagi yang merasakannya.

Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah Limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan. Ibnu Hazm sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang dicintainya.

Seperti dalam Q.S Ali Imran:14 . Allah berfirman yang artinya: “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,perak,kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah Tempat kembali yang baik (surga).”

Dari ayat diatas, dapat ditarik kesimpulan yang singkat, padat, dan jelas yakni tak ada cinta yang kekal dan abadi di dunia kecuali dengan Harta. Karena sejatinya sebaik-baiknya tempat kembali yang kekal adalah akhirat yang akan membawa kita ke surga apabila kita beriman dan taqwa kepada Allah, seburuk-buruknya tempat kembali adalah neraka bagi orang yang tidak beriman dan menyekutukan Allah.

Cinta memiliki berbagai macam bentuk, yakni Cinta kepada Allah SWT. Cinta kepada Alam sekitar, dan yang lebih sering kita jumpai yaitu Cinta kepada sesama Manusia. Tetapi banyak dijumpai kita sering kali salah memahami tentang cinta itu sendiri.Jadi pada dasarnya Islam memandang rasa cinta sesama mansia adalah suatu fitrah dan wajar terjadi dan cinta tersebut dapat diwujudkan dengan saling tolong menolong dan menjalin silaturrahmi. Adapun Islam tidak membolehkan umatnya untuk menyalahgunakan cinta untuk hal-hal yang dilarang dalam agama misalnya fenomena pacaran sebelum nikha yang sudah menjadi trend atau budaya masyarakat saat ini.

Seperti dalam sebuah artikel yang ditulis oleh teman saya, bahwa Hati kita Allah yang pegang, maka ikhlaskan hati dan perasaan kita, jika buah yang kita tanam, yang kita jaga, yang kita sayang, yang kita rawat, tiba-tiba keesokannya sudah masak, ketika sudah mekar ada orang yang memetiknya, ada hewan yang mengambilnya. Apa yang kamu Rasakan?

Nah, kalo sudah begitu bagaimana? Kita pasti merasakan sedih bukan? Kita pasti marah? Kita pasti berontak? Dan pastinya kita merasakan kecewa yang mendalam. Susah payah dijaga, tapi orang lain yang menikmatinya.

Tarik nafaaaas…… hembuskan.. tarik lagi.. buang..

Sebut nama Allah sejenak, pejamkan mata.  Lalu kita intropeksi diri, mungkin ada yang salah dalam hati kita? Mungkin kita melupakan sesuatu. Bunga dan Buah yang tadi kita tanam itu, tanahnya milik siapa? Tak ada yang lain kecuali Allah SWT. Pemilik segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi.

Jadi Ikhlas lah dalam berbuat kebaikan. Mungkin Allah ingin mengajarkan dan memeberitahu sesuatu kepada kita. Allah ingin kita tahu tidak semua yang diharapkan menjadi kenyataan. Allah ingin tahu tanpa keikhlasan segala perbuatan akan mendatangkan lelah semata. Allah ingin kita tahu bahwa yang indah di dunia itu hanya sementara.

Jika Sesuatu yang belum atau bukan untuk kita, walaupun datangnya sesenang apapun, jika Allah tidak berkehendak menjadi milik kita, maka tak akan pernah menjadi milik kita.

Ikhlaslah, ikhlas itu melegakan ! Allah memberi apa yang kita butuhkan,  bukan apa yang kita inginkan.

Ubah prinsip kita tentang kecintaan terhadap dunia yang hanya menjadi panggung sandiwara, apalagi tentang kecintaan terhadap sesama manusia yang hampir melebihi kecintaan nya terhadap Allah.

“Bukankah makan diwaktu maghrib lebih indah saat berpuasa, daripada makan diwaktu maghrib setelah makan yang enak-enak.” Iya kita jadikan perpisahan ini sebagai puasa dan berbuka kemudian.”[]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 08577-600-5001 atau Telegram @suaramasjid Terima kasih

Check Also

Tips Merawat Karpet Masjid agar Tidak Ampek

Pernahkah saat sujud di karpet masjid atau musola baunya tidak sedap. Seperti menghirup debu atau …

Translate »