Home / NETIZEN KAMPUS / Azab Berbungkus Nikmat

Azab Berbungkus Nikmat

Oleh : M. Nurul Ulfi (Mahasiswi STEI SEBI Semester V)

Ada golongan manusia yang taat, tetapi dia hidup dalam kesempitan manakala ada pula golongan bergelimang dosa, namun memperoleh nikmat kesenangan.

Allah SWT berkuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.

Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!”, maka jadilah sesuatu itu.” (Surah Yasin, ayat 82)

Dalam kalangan kita ada yang diuji dengan berbagai pemberian nikmat, namun dirinya terus bergelimang maksiat serta melanggar perintah Allah.

Allah SWT berfirman :

“Kemudian apabila mereka melupakan apa yang diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan sehingga apabila mereka bergembira dan bersuka ria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejut (dengan bala bencana yang membinasakan), maka mereka pun berputus asa (daripada mendapat pertolongan).” (Q.S Al-An’am : 44)

Sebagaimana kita ketahui bahwa ujian itu bisa berupa kebaikan dan keburukan, bisa berupa kekayaan dan kemiskinan.

Sebagaimana Firman Allah,

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/fitnah.” (Al-Anbiyaa: 35)

Pada awalnya dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, Tidak pernah disebut, tidak pernah dikenang. Karena memang dia bukan apaapa dan bukan siapa-siapa.

Dia hanyalah sesosok sebongkah tanah yang hitam, warnanya hitam, baunya busuk, kotor, diinjak tapak kaki. Lalu Allah muliakan dia :

“aku tiupkan ruh, kedalam tanah itu”

Lalu tanah yang hina itu pun menjadi mulia. Semua malaikat-malaikat bersujud kepada nya. Tapi setelah malaikat bersujud kepadanya, dia angkuh dan sombong.

Anak keturunannya diciptakan dari sari pati tanah, air yang hina, tapi kemudian dia lahir ke atas dunia. Dia mulai memiliki akal, mulai dia dititipkan harta, padahal dulu ketika dia lahir ke dunia, dia keluar dari Rahim seorang ibu.

Kamu tidak tahu apa-apa , jangankan membawa apa-apa sedangkan kamu tidak tahu apa-apa. Saat lapar kamu menangis, saat haus kamu menangis, saat mengantuk kamu menangis, saat kencing kamu menangis, saat buang air besar pun kamu hanya bisa menangis. Kamu perlu orang lain, kamu butuh orang lain. Tapi kemudian kamu lupa siapa jati diri kamu.

Sungguh benar pepatah Arab yaitu “CELAKA, yang celaka itu bukan orang miskin, bukan orang susah, melainkan celaka lah orang yang tak tahu siapa jati dirinya. Lalu kemudian dia Angkuh dan Sombong.”

Padahal Nabi sudah mengatakan

“tidak akan masuk surga, siapa yang didalam hatinya ada sombong sebesar biji sawi”

tapi dia terus dengan kesombongannya bahkan lebih parah lagi, sampai dia berkata:

“aku tidak pernah sholat, aku tidak pernah puasa, aku tidak pernah pernah berzakat, aku tidak pernah menjalankan perintah Allah melainkan aku selalu bermaksiat kepada-Nya. Tapi kenapa rizki ku lancar? Kenapa umurku panjang? Dan kekuasaan ku hebat, kenapa aku terkenal, kenapa aku bergelimang harta? “ itu semua berkat kerja keras ku, bukan Allah bukan pula kalian”

Mereka merasa segala apa yang telah ia capai di dunia yaitu hanya berkat usaha dirinya bukan berasal dari Allah.

Mereka merasa bahwa segala sesuatu nya tidak di pertanyakan di akhirat nanti.

ANGKUH ! SOMBONG !

Mereka merasa sudah menipu Allah, Padahal Allah yang sedang memainkan mereka dalam tipu daya nya.

Itu semua bernama ISTIDRAJ.

Pemberian itu sebenarnya tidak diridhai Allah SWT. Manusia yang diuji dengan istidraj akan memperoleh berbagai nikmat dunia dalam bentuk kekayaan, kejayaan, pangkat dan gelar, pengiktirafan dan sanjungan.

Namun semua itu tidak menjadikan mereka hamba-Nya yang bersyukur, sebaliknya terus jauh daripada Allah SWT. Mereka menyangka Allah SWT memberi segala-galanya meskipun mereka ingkar kepada-Nya.

Rasulullah SAW bersabda

“Apabila kamu melihat bahawa Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya yang selalu membuat maksiat, ketahuilah orang itu menerima istidraj daripada Allah.” (Hadis Riwayat Ahmad)

Justru, jangan gunakan setiap nikmat yang diterima dengan perlakuan mengundang kemurkaan Allah SWT.

Bagi yang sedang diuji dengan kesempitan hidup, yakinlah nikmat Allah SWT akan datang dalam berbagai bentuk kerana Allah tidak sesekali menzalimi hamba-Nya yang beriman.[]

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Hidup Sehat dengan Ikhlas

Oleh: Aisyah (Mahasiswi STEI SEBI) SUARAMASJID| Mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan. Sudah tidak asing lagi bagi …

Translate »