Home / Berita Umat / Awal Tahun 2016, Suguhan Tarian di Atas Sajadah
tribun

Awal Tahun 2016, Suguhan Tarian di Atas Sajadah

JAKARTA-SM. Tak satupun dari panitia untuk menghentikan tarian yang digelar di atas permadani warna hijau bermotif gambar masjid yang biasa dipakai sebagai alas umat Islam menjalankan shalat di mushola atau masjid. Terang dan jelas, para penari dengan pakaian membuka aurat (kemben) beraksi di atas sajadah panjang itu.

Aksi penari di atas sajadah ini terjadi pada rangkaian acara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-70 di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta. Sontak saja, riuh komentar pun bergulir kencang. Di media social pun ramai dibicarakan.

Belum hilang pelecehan terhadap sampul al-Quran yang dibuat terompet di malam tahun baru, mengawali tahun baru 2016, kejadian tak sopan muncul dari sebuah instansi agama, Kementrian Agama. Tak ingin polemik berkepanjangan, panitia penyelenggara dari Kanwil Kemenag DKI Jakarta pun meminta maaf, begitu juga Menag dalam twitternya menyampaikan permintaan maaf.

“Pertama kita mohon maaf pada umat Islam, bahwa kejadian itu di luar kesengajaan tidak ada maksud kita untuk menjadikan sejadah alas untuk menari,” jelas Abdurrahman, Kakanwil Kemenag DKI di Jakarta, Senin (4/1).

Abdurrahman berujar, sebelumnya sejadah itu dipergunakan oleh anak-anak Madrasah Aliyah berjumlah 175 orang menari saman. “Tari saman ini tarian Islami. Kemudian selesai tari saman, space waktu singkat karena panas, mestinya sajadah digulung. Tetapi karena keteledoran tidak sempat digulung, keburu tari Bali masuk dan tampil,” jelasnya.

Dia juga memastikan jika sajadah itu bukan dari masjid, melainkan dari aula yang bisa digunakan untuk kegiatan agama. Menurutnya, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dalam acara menari itu. Semua terjadi karena keteledoran panitia.

“Kita mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Dari lubuk hati saya selaku kantor wilayah DKI Jakarta memohon maaf. Tidak ada niat kita menjadikan sejadah sebagai alas. Sekali lagi itu kealpaan, ketelodoran, mudah-mudahan pertama dan untuk terakhir,” urainya.

Sebagaimana dilansir detik. Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis yang mengunggah foto itu di akun twitternya @chililnafis. Dia meminta klarifikasi atas foto itu yang dinilainya tidak pantas. Karpet salat dijadikan alas menari.

Dia pun segera melaporkan soal foto ini ke Menag Lukman Hakim lewat media sosial. Menag Lukman segera merespons soal foto itu dan meminta maaf.

“Ya,saya tlh mengklarifikasi dan menegurnya. Selaku Menag, saya mohon maaf se-besar2nya atas kekhilafan tsb,” kicau Menag dalam akun twitternya @lukmansaifuddin. [FR]

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Usai Dampingi Pengungsi di Wamena, WMI Bertolak ke Ambon

SM| Jayapura–Usai mendampingi kepulangan 1500 Pengungsi Wamena dari Jayapura pada jumat (11/10/2019), Tim Kemanusiaan Wahana …

Translate »