AS Akan Potong Anggaran PBB setelah Kalah Voting atas Yerusalem

SUARAMASJID| New York–Pemerintah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menegosiasikan potongan sebesar $ 285 juta dalam anggaran Perserikatan Bangsa-Bangsa 2018-2019.

Misi AS di PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (24/12/2017) bahwa “penghematan biaya yang signifikan” akan lebih sesuai dengan prioritas Washington di seluruh dunia.

“Selain penghematan biaya yang signifikan ini, kami mengurangi fungsi pengelolaan dan dukungan PBB yang membengkak, menyokong dukungan untuk prioritas utama AS di seluruh dunia, dan menanamkan lebih banyak disiplin dan akuntabilitas di seluruh sistem PBB,” bunyi pernyataan tersebut.

Majelis Umum PBB telah menyetujui anggaran operasi onal sebesar $ 5,4 miliar untuk tahun 2016 dan 2017. Ini terpisah dari anggaran badan penjaga perdamaian dunia, yang mencapai $ 7,8 miliar pada tahun 2017 saja.

AS saat ini menyediakan sekitar 22 persen dari anggaran tahunan – sekitar $ 3,3 miliar per tahun. Administrasi Trump telah berusaha mengurangi anggaran Washington dalam anggaran tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa pemotongan anggaran merupakan “langkah besar menuju arah yang benar” bagi Washington. Mantan gubernur Carolina Selatan tersebut mengatakan bahwa dia akan terus mengeksplorasi “cara untuk meningkatkan efisiensi PBB sekaligus melindungi kepentingan kami.”

“Inefisiensi dan overspending Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah terkenal,” kata Haley. “Kita tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan atau tetap tidak terkendali. Pengurangan pengeluaran historis ini – selain banyak langkah lain menuju UN yang lebih efisien dan akuntabel – merupakan langkah besar ke arah yang benar. ”

Partai Republik AS telah lama meminta PBB untuk lebih mendukung kebijakan Amerika. Kritikan tersebut diperkuat beberapa hari yang lalu, setelah badan global tersebut memilih untuk mendukung sebuah resolusi yang menentang langkah kontroversial Trump dalam mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel.

Menjelang pemungutan suara, Trump mengancam untuk memotong bantuan Amerika Serikat ke negara-negara yang mendukung resolusi PBB. Haley bahkan memperingatkan bahwa AS akan “mengambil nama.”

Tak peduli dengan ancaman AS, Majelis beranggotakan 193 negara itu terus maju dan mengadopsi resolusi tersebut dengan suara bulat 128 melawan 9 suara, dengan 35 abstain. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

MUI Keluarkan Fatwa tentang Pengurusan Jenazah Korban Covid-19

SM| Jakarta – Majelis Ulama Indonesia kembali mengeluarkan fatwa terbaru nomor 18 Tahun 2020 tentang …

MUI Imbau Shalat Ghaib untuk Korban Virus Corona

SM| Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Komisi Fatwa mengimbau agar umat Islam melakukan shalat …

Translate »