Home / Khazanah / Jejak Ulama / Al Mazindarani, Ulama Penemu Teori Akuntansi

Al Mazindarani, Ulama Penemu Teori Akuntansi

SUARA MASJID–Teknik tata buku berpasangan diklaim sebagai penemuan dari Luca Pacioli. Teori akuntansi konvensional yang saat ini beredar juga disebut-sebut berasal dari Luca Pacioli, hingga ia disebut sebagai bapak Akuntansi. Benarkah Luca Pacioli yang menemukan teori akuntansi? Lalu siapa sebenarnya Luca Pacioli itu? Usut punya usut ternyata teknik tata buku berpasangan yang diklaim sebagai penemuan Luca Pacioli (1494) digugat kebenarannya.

Luzatto 1961, Triyuwono (1996 a, 45) menjelaskan Luca bukanlah orang pertama penemu teori double entry pada akuntansi, karena Luca Pacioli ternyata bukan pencipta atau perumus sistem tersebut. Ia hanyalah orang pertama yang melaporkan teknik pembukuan yang sudah dilakukakan di Venesia sejak dua abad sebelum ia menulis bukunya yang diterbitkan tahun 1494 berjudul Summa de Arithmatika, Geometrica, Proportioni et Proportionalita. Buku tersebut terdiri dari 5 bab. Di mana Salah satu bab nya tentang double entry system.

Littleton dan Yame (1978, 1) bahkan menduga sistem tata buku berpasangan ini berasal dari Spanyol dengan alasan bahwa kebudayaan dan teknologi Spanyol pada abad pertengahan tersebut jauh lebih unggul dibanding dengan peradaban Eropa (Triyuwono 1996a, 45). Sebab, kala itu Spanyol adalah negara Muslim dan pusat kebudayaan dan teknologi di Eropa.

Sebagaimana dilansir dakwatuna.com memang buku Luca termasuk buku yang pertama kali dicetak tentang sistem pencatatan sisi-sisi transaksi (double entry). Namun jauh sebelum itu ada Abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani, ulama Muslim yang telah menuliskan karya di bidang akuntansi. Adalah “Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqat” yang ditulis pada 765 H./1363 M dalam bentuk manuskrip, namun belum dicetak dan belum diterbitkan. Artinya, Al Mazindarani telah menulisnya lebih dulu, kurang lebih 131 tahun sebelum munculnya buku Pacioli.

Tulisannya Al Mazindarani disimpan di perpustakaan Sultan Sulaiman Al-Qanuni di Istanbul Turki, tercatat di bagian manuskrip dengan nomor 2756, dan memuat tentang akuntansi dan sistem akuntansi di negara Islam. Huruf yang digunakan dalam tulisan ini adalah huruf Arab, tetapi bahasa yang digunakan terkadang bahasa Arab, terkadang bahasa Parsi dan terkadang pula bahasa Turki yang populer di Daulah Utsmaniyah.

Al Mazindarani berkata bahwa ada buku-buku–barangkali yang dimaksudkan adalah manuskrip-manuskrip yang menjelaskan aplikasi-aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sebelum dia menulis bukunya yang dikenal dengan judul: ”Risalah Falakiyah Kitab As Sayaqat”. Dia juga mengatakan bahwa secara pribadi, dia telah mengambil manfaat dari buku-buku itu dalam menulis buku “Risalah Falakiyah” tersebut.
Al Mazindarani menjelaskan dalam manuskripnya tentang pelaksanaan pembukuan yang populer pada saat itu dan kewajiban-kewajiban yang harus diikuti. Di antara contoh pelaksanaan pembukuan yang disebutkan oleh Al-Mazindarani adalah sebagai berikut :

Apabila di dalam buku masih ada yang kosong, karena sebab apa pun, maka harus diberi garis pembatas, sehingga tempat yang kosong itu tidak dapat digunakan. Penggarisan ini dikenal dengan nama Tarqin. Harus mengeluarkan saldo secara teratur. Saldo dikenal dengan nama Hashil. Harus mencatat transaksi secara berurutan sesuai dengan terjadinya. Pencatatan transaksi harus menggunakan ungkapan yang benar, dan hati-hati dalam menggunakan kata-kata.

Tidak boleh mengoreksi transaksi yang telah tercatat dengan coretan atau menghapusnya. Apabila seorang akuntan (bendaharawan) kelebihan mencatat jumlah suatu transaksi, maka dia harus membayar selisih tersebut dari kantongnya pribadi kepada kantor. Demikian pula seorang akuntan lupa mencatat transaksi pengeluaran, maka dia harus membayar jumlah kekurangan di kas, sampai dia dapat melacak terjadinya transaksi tersebut. Pada negara Islam, pernah terjadi seorang akuntan lupa mencatat transaksi pengeluaran sebesar 1300 dinar, sehingga dia terpaksa harus membayar jumlah tersebut. Pada akhir tahun buku, kekurangan tersebut dapat diketahui, yaitu ketika membandingkan antara saldo buku bandingan dengan saldo buku-buku yang lain, dan saldo-saldo bandingannya yang ada di kantor.

Pada akhir tahun buku, seorang akuntan harus mengirimkan laporan secara rinci tentang jumlah (keuangan) yang berada di dalam tanggung jawabnya, dan cara pengaturannya terhadap jumlah (keuangan) tersebut. Harus mengoreksi laporan tahunan yang dikirim oleh akuntan, dan membandingkannya dengan laporan tahun sebelumnya dari satu sisi, dan dari sisi yang lain dengan jumlah yang tercatat di kantor.
Harus mengelompokkan transaksi-transaksi keuangan dan mencatatnya sesuai dengan karakternya dalam kelompok-kelompok yang sejenis, seperti mengelompokkan dan mencatat pajak-pajak yang memiliki satu karakter dan sejenis dalam satu kelompok.

Harus mencatat pemasukan di halaman sebelah kanan dengan mencatat sumber-sumber pemasukan-pemasukan tersebut. Harus mencatat pengeluaran di halaman sebelah kiri dan menjelaskan pengeluaran-pengeluaran tersebut. Ketika menutup saldo, harus meletakkan suatu tanda khusus baginya. Setelah mencatat seluruh transaksi keuangan, maka harus memindahkan transaksi-transaksi sejenis ke dalam buku khusus yang disediakan untuk transaksi-transaksi yang sejenis itu saja. Harus memindahkan transaksi-transaksi yang sejenis itu oleh orang lain yang berdiri sendiri, tidak terikat dengan orang yang melakukan pencatatan  di buku harian dan buku-buku yang lain.

Setelah mencatat dan memindahkan transaksi-transaksi keuangan di dalam buku-buku, maka harus menyiapkan laporan berkala, bulanan atau tahunan sesuai dengan kebutuhan. Pembuatan laporan itu harus rinci, menjelaskan pemasukan dan sumber-sumbernya serta pengalokasiannya. Berbagai Sumber. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 08577-600-5001 atau Telegram @suaramasjid Terima kasih

Check Also

KH. Imam Badri Sosok yang Teliti dalam Pendidikan

SUARAMASJID.com| Gelaran syukuran acara puncak peringatan 80 Tahun Gontor baru saja usai. Para undangan, termasuk …